Menurut saya, sama sekali tidak salah jika seorang cewek melakukan masturbasi. Ya sebagaimana hampir semua cowok yang sering melakukan onani, cewek juga berhak merasakan nikmatnya orgasme atau puncak kenikmatan tanpa melakukan make love (ML) atau bersetubuh dengan pasangan. Setidaknya, dengan masturbasi cewek bisa terhindar dari kecelakaan alias hamil.
Malahan, dengan alasan bisa menghindarkan hamil di luar nikah ini menurut saya cewek jauh lebih berhak untuk melakukan masturbasi ketimbang hak yang dimiliki cowok untuk melakukan onani. Lho kok?
Coba kamu bayangkan seandainya dua orang pasangan bersetubuh atau make love, siapa di antara keduanya yang sudah pasti menanggung beban sosial saat kenikmatan bersetubuh itu menimbulkan konsekwensi kehamilan? Siapa? Cewek kan? Sedangkan cowok, mereka tidak menanggung beban seberat cewek. Jika cowok itu termasuk cowok yang berani bertanggung jawab, paling-paling dia hanya harus menikahi si cewek. Bagi cowok bajingan, mereka malah bisa lari dari semua tanggung jawab yang ada.
Nah, dalam kasus semacam itu, siapa pihak yang paling dirugikan? Benar. Cewek. Karena itulah, jika alasannnya adalah untuk menghindari free seks atau zina yang bisa menyebabkan hamil di luar nikah, cewek boleh-boleh saja melakukan masturbasi.
Untuk memperkuat pendapat akan hak cewek untuk melakukan masturbasi di atas, perlu kiranya kamu cermati pertimbangan berikut ini:
Menurut ilmu psikologi, dalam hal seks dan aktifitas seksual, cewek cenderung bersikap pasif. Apalagi jika cewek tersebut masih berstatus perawan dan baru dalam masa pacaran. Sejalan dengan fakta psikologis ini, logikanya dalam setiap aktifitas seksual yang dilakukan oleh pasangan yang bukan suami istri, cewek bukanlah pihak yang memulai. Dalam hal ini, cewek adalah korban yang meskipun merasakan kenikmatan (bahkan mungkin merupakan pihak yang lebih merasakan kenikmatan) yang ditimbulkan dari aktifitas seksual itu, mereka tetap tidak akan pernah memulai atau meminta untuk melakukan aktifitas tersebut. Mereka hanya menuruti kemauan cowok. Meskipun kemudian mereka ikut merasakan kenikmatan, biasanya mereka melakukannya karena terdorong oleh rasa penasaran dan juga dipicu oleh hasrat seksual yang terpendam.
Nah, dalam konteks inilah masturbasi bisa bermanfaat. Dengan menyalurkan hasrat seksualnya melalui aktifitas masturbasi, setidaknya hasrat seksualnya tidak lagi menggebu. Dan, saat hasrat seksualnya tidak menggebu, mereka tidak akan begitu saja menuruti kemauan cowok yang merayu dan mengajaknya untuk beraktifitas seksual, karena dua factor yang mendorongnya untuk menuruti kemauan cowok itu, yakni rasa penasaran dan hasrat seksual yang terpendam, sudah ternetralisir oleh masturbasi.
PS: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk membenarkan semua aktifitas masturbasi.
Karena, dari pada onani atau masturbasi lebih baik kamu berolah raga…. Sehat….
23 Oktober 2008
Cewek Masturbasi, Salahkah?
Label:
cerita,
kabar,
mesum-mesuman
Langgan:
Entri (Atom)
